ARTIKEL ILMIAH - ANEMIA

ARTIKEL ILMIAH KESEHATAN - ANEMIA

oleh: Ervina Putri Mulia 

Kekurangan darah atau anemia adalah gangguan darah yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Sel darah merah memiliki kandungan protein ber-zat besi yang disebut hemoglobin, hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan menyalurkan oksigen untuk sel-sel tubuh. Pada kondisi anemia jumlah sel darah merah dan hemoglobin berkurang sehingga oksigen tidak tersuplai dengan baik dan penderita mengeluh lemas dan pucat. Normalnya, orang dewasa menderita anemia apabila kadar hemoglobin darahnya di bawah 14 gram per desiliter pada laki-laki dan 12 gram per desiliter untuk wanita.

Jenis Anemia (Kurang Darah)

1. Thalassemia

Thalassemia adalah kondisi bawaan lahir di mana produksi hemoglobin terganggu akibat adanya mutasi pada DNA yang berfungsi memproduksi hemoglobin. Akibat hemoglobin yang terbentuk tidak normal, maka sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek dari normal dan mudah rusak. Thalassemia dapat dialami oleh seseorang apabila kedua atau salah satu orang tuanya memiliki kondisi atau riwayat kelainan yang sama.

2. Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kelainan darah yang diturunkan (bawaan lahir), di mana terjadi kelainan hemoglobin yang membuat sel darah merah berbentuk tidak normal seperti bulan sabit dan menjadi tidak fleksibel serta mudah lengket.

Kelainan bentuk sel darah merah ini membuatnya menjadi mudah rusak dan dihancurkan. Seseorang berisiko mengalami anemia ini apabila kedua orang tuanya sama-sama memiliki mutasi genetik tersebut.

3. Anemia Akibat Masalah Kesehatan Kronis

Beberapa, masalah kesehatan kronis juga dapat mempengaruhi proses pembentukan sel darah merah dan menyebabkan anemia pada pengidapnya. Beberapa masalah kesehatan kronis tersebut di antaranya seperti, HIV/AIDS, kanker, penyakit ginjal, dan lain-lain.

4. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik menyerang seseorang apabila sel darah merah mengalami kehancuran lebih cepat daripada proses pembentukannya. Kondisi ini dapat dialami karena riwayat orang tua, atau akibat dari beberapa masalah kesehatan seperti kanker darah, infeksi virus atau bakteri, efek samping obat-obatan atau autoimun.

5. Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah jenis anemia yang terjadi akibat adanya kerusakan pada sumsum tulang yang membuat tubuh tidak mampu menghasilkan sel darah merah secara optimal. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi, paparan zat kimia beracun, penyakit autoimun, atau efek samping obat antibiotik.

6. Anemia Akibat Pendarahan

Anemia akibat perdarahan cukup umum terjadi, penyebabnya bisa karena cedera, wasir, menstruasi, peradangan pada lambung, efek samping obat, atau kanker usus.

7. Anemia pada Masa Kehamilan

Kebutuhan hemoglobin saat hamil akan meningkat sehingga dibutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin, seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi. Apabila kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, maka dapat terjadi anemia yang dapat berpengaruh buruk pada ibu maupun janin.

8. Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi

Zat besi berperan penting untuk memproduksi hemoglobin dan sel darah merah dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, berbagai keluhan dan gangguan dapat terjadi.

Anemia yang satu ini disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi atau ketika tubuh tidak mampu menyerap zat besi karena masalah kesehatan tertentu.

Gejala Anemia pada Remaja

Anemia pada remaja memiliki beragam gejala, gejala ini untuk setiap individu berbeda. Beberapa gejala umum yang dapat muncul pada remaja anemia meliputi :

• dan Lemas : Kekurangan oksigen dalam darah dapat menyebabkan remaja merasa lelah dan lemas bahkan setelah istirahat yang cukup.

• Kulit Pucat : Kulit dan selaput lendir yang pucat adalah tanda karakteristik dari anemia.

• Sesak Napas : Kurangnya suplai oksigen ke paru-paru dapat menyebabkan sesak napas saat beraktivitas.

• Detak Jantung Cepat : Jantung berusaha untuk mengatasi kekurangan oksigen dengan memompa darah lebih cepat, sehingga detak jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.

• Pusing dan Sakit Kepala : Anemia dapat menyebabkan pengurangan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala.

• Gangguan Konsentrasi dan Kognitif : Remaja dengan anemia mungkin mengalami kesulitan konsentrasi dan belajar di sekolah Kelelahan.

Penanganan dan Pencegahan Anemia pada Remaja

• Memastikan kebutuhan vitamin C dalam tubuh terpenuhi agar penyerapan zat besi bisa berjalan maksimal

• Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung kalsium

• Mengurangi konsumsi minuman berkafein

• Konsultasi dengan Tenaga Medis : Jika mengalami gejala anemia, segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

• Peningkatan Asupan Zat Besi dan Nutrisi : Meningkatkan konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan biji-bijian. Selain itu, tambahkan juga makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat, seperti telur, ikan, dan produk susu.

• Suplemen : Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi atau vitamin B12 dan asam folat untuk membantu mengatasi kekurangan nutrisi.

• Manajemen Perdarahan Menstruasi : Bagi remaja perempuan, manajemen perdarahan menstruasi yang berat sangat penting untuk mencegah anemia.

Edukasi dan Kesadaran : Pendidikan tentang pentingnya gizi seimbang dan kesehatan bagi remaja serta kesadaran tentang anemia menjadi kunci dalam pencegahan anemia pada populasi ini. Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup mereka. Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat adalah beberapa penyebab umum anemia pada remaja. Dengan meningkatkan kesadaran tentang anemia, pendekatan pencegahan yang tepat, dan penanganan medis yang baik, kita dapat membantu menjaga kesehatan generasi muda ini agar tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pemerintah, tenaga medis, keluarga, dan masyarakat perlu bersinergi dalam memberikan dukungan dan informasi yang diperlukan untuk mencegah dan mengatasi anemia pada remaja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

- about my random drawing -

About My Random Drawing